Hari dan Masa Depan...


Tekanan bukanlah suatu beban, begitu juga masalah bukanlah lagi menjadi sebuah kegelisahan. Berdiri menatap awan adalah kebiasaanku saat terdiam merenungi sebuah harapan. Mungkin orang mengatakan sebuah harapan kosong, yang tak pernah jelas kemana arah perginya, bisa juga di sebutkan sebagai angin lalu, di saat kencang daun ikut melayang dan di saat lamban daun pun ikut terdiam. Apakah itu adalah sebuah takdir kehidupan?
Seorang teman pun ikut duduk di samping diriku yang pada saat itu menatap sebuah daun kering, terlihat daun itu hanya diam menunggu hembusan angin, jika angin berhembus daun itu mengikuti laju dari arah angin tersebut, namun pada saat angin mulai laun dari hembusan, daun itu diam tak berdaya. Kulihat di sudut kanan diriku, terlihat jelas sebuah pohon jambu air yang kokoh dan mempunyai banyak buah yang menghiasi pohon tersebut. Aku mulai memanjat pohon jambu tersebut dan memetik satu buah jambu air yang warnanya amat merah. Lalu aku perhatikan buah jambu tersebut dengan pandangan yang jeli dan tajam, hingga temanku yang saat itu memanggil namaku nyaris tak ku dengar. Begitu tersadar temanku memanggil namaku, aku sedikit kaget, seraya membalas panggilannya dengan suara kecil, "Hah!?". Temanku terlihat bingung, namun tersenyum. Lalu temanku bertanya pada diriku, "apa yang kau tahu tentang daun, pohon dan buah?". Aku sejenak terdiam dan sedikit menghiraukan pertanyaan tersebut, lalu aku jawab pertanyaan temanku, "jika di samakan dengan sebuah kehidupan, daun adalah manusia, sementara pohon itu adalah daerah dimana manusia itu tinggal, dan ranting - ranting itu adalah rumah dari manusia tersebut.", temanku tersenyum dan kembali bertanya, "Lalu dimana kotanya?", Aku pun melemparkan buah jambu yang ada di genggamanku ke sebuah batang pohon, sambil menjawab pertanyaan temanku, "Batang itu adalah kota dari ranting dan daun, juga pohon!", temanku pun berjalan ke arah batang pohon yang ku lempar buah jambu tersebut, lalu dia ambil kembali jambu yang sudah terpecah belah itu sambil bertanya, "Lalu apakah arti dari buah jambu ini?", aku pun menghela nafasku dan menatap mata temanku dengan tajam, sambil aku jawab, "buah jambu ibarat sebuah kualitas dari karya seorang manusia, jika buah itu busuk maka sang daun akan jatuh atas kegagalannya, namun jika buah itu bagus, sang daun akan di kerumuni oleh daun lainnya."
Temanku terdiam, dan berjalan menghampiriku, "ingatlah akan satu hal, mungkin ini adalah sebuah pesan. Jika kau adalah sebuah daun, maka daun mana yang akan kau pilih? Apakah yang tergeletak di tanah, atau yang bertahan di atas sana? Sama seperti sebuah kehidupan, kau mempunyai pilihan dan tujuan. Meskipun tujuan semua manusia itu sama, yaitu mati dan kering terbawa angin seperti mayat daun yang ada di atas tanah ini... Namun satu pilihan dan satu tujuan adalah prinsip terbaik untuk mendapatkan hasil yang baik seperti jambu yang kau pecahkan ini..."
Temanku pun berlalu dan pergi meninggalkan diriku. Ya, melihat cerminan seorang teman yang saat ini tetap bertahan di atas sana, yang membuatku tersenyum dan bingung dengan apa yang ku harap tentang masa depan di alam sana...

0 komentar:

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sponsored By